Rabu, 08 Juli 2009

Sistem Gerak pada Vertebrata

BAB I

PENDAHULUAN

Kemampuan untuk berkontraksi dan protoplasma menunjukan adanya jaringan otot, fibril-fibril untuk membantu pergerakan. Otot-otot dari vertebrata kebanyakan melekat pada rangka. Pada cyclostomata, pices dan amphibi sampai mamalia otak yang segmental perananya jauh lebih penting dalam pergerakan anggota dari kepala, sedang otot segmental diarah vertebrat, castae dan otot perut seperti rectus abdominis dari dinding badan ventral.

Amphibia vertebrata yang secara tipikal dapat hidup baik dalam air tawar dan didarat. Sebagian besar mengalami metamorfosis dari beludru ke dewasa reptelia yang berkulit kering, tertutup oleh sisik-sisik atau papan epidermal yang fertihsasinya secara internal. Untuk mempertahankan jenisnya maka suatu organisme akan melakukan perkembangbiakan, sistem yang berperan dalam perkembangbiakan hewan adalah sistem reproduksi.


BAB II

PERMASALAHAN

A. KARAKTERISTIK IKAN

Ikan itu vertebrata akuatis dan bernafas dengan insang (beberapa jenis ikan bernapas melalui alat tambahan berupa modifikasi gelembung renang/gelembung udara). Mempunyai otak yang terbagi menjadi regio-regio. Otak itu dibungkus dalam kranium (tulang kepala) yang berupa kartilago (tulang rawan) atau tulang menulang. Ada sepasang mata. Kecuali ikan-ikan siklostomata, mulut ikan itu disokong oleh rahang (agnatha= ikan tak berahang). Telinga hanya terdiri dari telinga dalam, berupa saluran-saluran semisirkular, sebagai organ keseimbangan (equilibrium). Jantung berkembang baik. Sirkulasi menyangkut aliran seluruh darah dari jantung melalui insang lalu ke seluruh bagian tubuh lain. Tipe ginjal adalah pronefros dan mesonefros.

1. Belut laut

a. Karakteristik eksternal

Tubuh berupa kombinasi antara kepala dan badan, berbentuk silindris. Ekor pipih laterl. Sirip median. Ada corong bukal/corong mulut disebelah ventral kepala dan bergigi. Satu lubang hidung. Dua buah mata tertutup dengan kulit tembus cahaya (bukan kelopak mata). Dibelakang tiap mata ada ada 7 celah insang. Disepanjang sisi tubuh terdapat titik-titik perasa. Anus pada dasar ekor, didekatnya ada papila urogenital. Tidak ada sisik. Seluruh tubuh tertutup dengan epitel berlendir.

b. Morfologi dan Fisiologi Sistem organ tubuh

Sistem otot

Tubuh berupa lingkaran-lingkaran otot yang tersusun sebagai huru W. Corong bukal digerakan oleh otot-otot radial. Lidah digerakan oleh otot retraktor dan protraktor.

2. Ikan Hiu

a. Karakteristik eksternal

Ikan hiu kecil (+ 1 m), silindris, ujung lancip, kepala pipih. Ada sirip median dorsal. Sirip kaudal heteroserkal. Yang berpasangan adalah sirip pektoral dan sirip pelvik. Pada yang jantan, sirip kaudal itu berubah menjadi kalsper (organ untuk memeluk hiu betina ketika perkawinan). Mulut ventral. Lubang hidung dua buah, disebelah dorsal depan mata ada celah insang 5 buah, dibelakang mata. Disebalah dorsal depan mata ada spirakulum, yaitu peninggalan celah insang. Lubang kloaka di antara sirip pelvik. Tubuh tertutup dengan sisik-sisik plakoid yang asalnya homolog dengan gigi (mesodermal dan ektodermal). Seperti pada gigi, sisik plakoid itu berisi dentin (mesodermal) dan dilapisi dengan email (ektodermal).

b. Morfologi dan Fisiologi Sistem organ tubuh

Sistem otot

Otot-otot di seluruh tubuh secara teratur bersegemen (materik) disebut miotom. Otot-otot itu bermodifikasi kepala dan di apendiks.

3. Ikan perak

a. Karakteristik eksternal

Ukuran tinggi lebih dari lebarnya, potongan melintang oval. Kepala, badan dan ekor jelas. Mulut terminal, lubang hidung dua, mata lateral, ada operkulum. Dibawah operkulum ada insang bentuk sisir. Anus dan apertutura genital didepan sirip ekor. Sirip dorsal dua, ada sirip caudal dan sirip sirip anal. Semuanya terletak median. Sepasang sirip pektoral (dibelakang operkulum) dan sepasang sirip pelvik (ventral).

b. Morfologi dan Fisiologi Sistem organ tubuh

Sistem otot

Otot tubuh dan ekor terutama terdiri dari miomer-miomer (otot-otot bersegmen) yang berselang-seling/berganti-ganti tempat dengan vertebra ketika mengadakan gerakan berenang dan berbalik arah. Miomer-miomer itu secara kasar berbentuk seperti hurup W dan dirakit menjadi 4 sabuk miomer, yang di sepanjang punggung merupakan rakitan yang terberat. Antara miomer-miomer itu terdapat jaringan ikatan yang jika direbus, sabuk-sabuk miomer itu terpisah-pisah menjadi lapisan-lapisan daging.

B. KARAKTERISTIK AMFIBIA

Amfibia adalah vertebrata yang secara tipikal dapat hidup baik dalam air tawar (tak ada yang di air laut) dan di darat. Sebagian besar mengalami metamorfosis dari berudu (akuatis dan bernafas dengan insang) ke dewasa (amfibius dan bernapas dengan paru-aru), namun beberapa jenis amfibia tetap mempunyai sisik luar, kulit biasanya tipis dan basah.

1. Kodok Hijau

a. Karakteristik eksternal

Tubuh terbagi menjadi kepala dan badan (tidak ada leher). Terdapat dua pasang apendiks lokomotor (yang belakang sangat panjang). Kulit lunak, basah, tidak bersisik. Lubang hidung anteri-dorsal, mata dorsal, besar, membran timpaniv dorsal berada dekat dibelakang mata. Mulut sangat lebar. Tiap tangan mempunyai 4 jari, jari kelima rudimenter. Tiap kaki mempunyai 5 buah jari, dengan selaput antara jari-jari.

b. Morfologi dan Fisiologi Sistem organ tubuh

Secara majemuk, sistem otot katak berbeda dari susunan mioton primitif, terutama dalam apendiks. Otot-otot segmental mencolok pada tubuh. Segmen kaki teratas berotot besar

C. KARAKTERISTIK EKSTERNAL KELAS REPTELIA.

Reptelia adalah vertebrata dengan kulit kering, tertutup oleh sisik-sisik atau papan-papan epidermal.

1. Ordo crocodilia

Reptelia besar, berkulit tebal, dengan rusuk-rusuk abdominal. Bilik (ventrikel) jantung terbagi sempurna menjadi ventrikel kanan. Hidup dilaut atau air tawar. Tubuh panjang, kepala besar dan panjang rahang sangat kuat dengan gigi-gigi konis, tumpul. Kaki berjumlah 4, pendek. Jari-jari dengan kuku. Ekor panjang, pipih. Kulit tebal, dengan skutum berzat tanduk. Lubang telinga kecil. Tertutup kulit. Lidah tidak dapat dijulurkan. Tidak mempunyai kandung kemih. Ovipar. Telur diletakan dalam daun-dauan yang membusuk. Ada 23 jenis buaya. Contohnya Alligator.

2. Buaya

a. Karakteristik eksternal

Tubuh terbagai menjadi kepala, leher, badan, ekor. Kaki dengan jari yang bercakar kuat. Mulut panjang. Dua lubang hidung pada ujung moncongnya. Mata besar lateral, mempunyai kelopak mata atas dan bawah. Membran niktitans tembus cahaya. Lubang telinga tertutup oleh lipatan kulit. Anus merupakan celah longitudinal dibelakang pangkal kaki belakang. Kulit dengan lempeng-lempeng arzat tanduk, tersusun membujur tubuh. Yang dewasa eksoskeletonnya berupa papan-papan dermal. Buaya mempunyai 3 pasang kelenjar kasturi (musk glands) yang terletak disisi kepala, dalam mulut, dan dalam kloaka.

b. Morfologi dan Fisiologi Sistem organ tubuh

Dibadingkan dengan katak, sistem otot buaya itu lebih rumit, karena gerakannya lebih kompleks. Otot-otot kepala, leher, dan kaki tumbuh baik, walaupun kurang jika dibandingkan pada mammalia. Segmentasi otot jelas pada kolumna vertebralis dan rusuk.

D. KARAKTERISTIK KELAS AVES

Aves adalah vertebrata dengan tubuh yang ditutupi oleh bulu (asal epidermal). Sedangkan hewan lainnya tidak ada ayang berbulu. Aves adalah vertebrata yang dapat terbang, karena mempunyai sayap yang merupakan modifikasi anggota gerak anterior. Sayap pada aves berasal dari elemen-elemen tubuh tengah dan distal. Kaki pada aves digunakan untuk berjalan, bertengger, atau berenang.

1. Merpati

a. Karakteristik eksternal

Dibanding besar tubuhnya, kepala merpati itu kecil. Jari-jari 3 didepan dan 1 dibelakang. Pada paruh terdapat penebalan daging pada dorsal dan dasarnya yang disebut sera bulu mempunyai 3 tipe, yaitu :

- bulu kontur untuk terbang dan mengandung sebuah baling-baling yang tersebar dengan pola tertentu yang disebut pteril

- buku kapas yang mengandung serabut-serabut yang tidak terikat satu dengan lainnya. Dan tersebar ke seluruh tubuh.

- Filoplumae, kecil-kecil dengan batang bentuk benang dan berakhir dengan beberapa serabut, tumbuh disekitar pangkal bulu kontur. Bulu-bulu itu diganti tiap tahun sehabis, musim perkawinan. Hanya ada sebuah kelenjar yang terdapat pada kulit, yaitu kelenjar uropigel di tungging.

b. Morfologi dan Fisiologi Sistem organ

Tulang kuadrat dari tengkorak mempunyai 2 permukaan artikular dorsal. Semua tulang pelvis bersatu. Ada sebuah pigostil. Sternum mempunyai 4 buah tekik (celah) posterior. Otot pektoralis mayor dimulai pada lunas tulang sternum, dan menarik tulang humerus kebawah (berarti menarik sayap ke bawah). Sebaliknya, otot pektoralis minor menarik sayap ke atas.

E. KARAKTEK KELAS MAMMALIA

Mammalia adalah vertebrata yang tubuhnya tertutup rambut. Yang betina mempunyai kelenjar mammae (air susu) yang tumbuh baik. Anggota gerak depan pada mammalia dapat bermodifikasi untuk berlari, menggali lubang, berenang, dan terbang. Pada jari-jarinya terdapat kuku, cakar, atau tracak. Pada kulit terdapat banyak kelenjar minyak dan kelenjar keringat.

1. Kelinci

a. Karakteristik eksternal

Telinga luar (pinae) lebar. Mata besar, dengan membran niktitans. Bibir lembek dan fleksibel. Disekitar moncong ada rambut-rambut panjang. Kaki depan lebih kecil dari kaki belakang. Kaki belakang panjang, kuat untuk melompat, kaki depan dengan 5 jari, kaki belakang dengan 4 jari. Ekor pendek. Anus dibawah ekor. Lubang urogenital disebelah enterior anus. Ada kelenjar yang mengeluarkan bau di dekat anusnya. Kelenjar air susu berjumlah 4 atau 5 pasang, dengan puting-puting tampak jelas dari luar.

b. Morfologi dan Fisiologi Sistem organ

Sistem skeleton pada kelinci sama seperti pada mammalia umumnya (termasuk manusia). Pada setiap rahang terdapat gigi seri, 2 buah diatas dan 1 buah dibawah, gigi taring tidak terdapat gigi kelinci, gigi premolar(3 buah diatas dan 2 buah dibawah), gigi molar (3buah diatas dan 3 buah dibawah). Jada pada kelinci, formula gigi adalah sebagai berikut

2 – 0 – 3 – 3

1 – 0 – 2 – 3


Tabel Kesimpulan

Keterangan

Pices

Amphibi

Reptil

Aves

Mamalia

Gerak

Tubuh berupa lingkaran-lingkaran otot yang tersusun sebagai huruf W

Sistem otot katak berbeda dari susunan miotom primitif, terutama dalam opendiks

Sistem otot buaya itu lebih rumit karena gerakan lebih kompleks

Otot pektoralis mayor dimulai pada tunas tulang stornum, dan menarik tulang humetus ke bawah.

Tubuhnya tertutup oleh rambut. Alat geraknya dengan tungkai.

Tipe ginjal

Pronefros dan mesonofres

Metanefros

Metanefros

Metanefros

Metanefros

Saraf leranial

10 pasang

12 pasang

12 pasang

12 pasang

12 pasang

Ruang jantung

2

3

4

4

4

Kelamin

Terpisah

Terpisah

Terpisah

Terpisah

Terpisah

Fertilisasi kulit

Lunak dan berlendir

Tipis dan basah

Kering

Berbulu

berambut

Habitat

Di air laut

Di air tawar, didarat

Dilaut, di air tawar/darat

Pantai laut, didarat

Didarat

Respirasi

Insang

Insang, paru-paru, kulit

Paru-paru

Paru-paru

Paru-paru


BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Tubuh berupa lingkaran-lingkaran otot tersusun sebagai huruf W corong bakal digerakan oleh otot-otot radial. Lidah digerakan oleh otot ratraktor dan protraktor.

Sistem otot buaya itu lebih rumit karena gerakannya lebih komplek. Otot-otot kepala, leher dan kaki tumbuh baik, walaupun kurang jika dibandingkan pada mammalia. Sigmentasi otot jelas pada kolimna vertebratlis dan rusuk.

Tulang kuadrat dari tengkorak mempunyai 2 permukaan artikular dorsal. Semua tulang pelvis bersatu ada sebuah pigostil. Ternum mempunyai 4 buah takik (celah) postolior. Otot paktoralis mayor dimulai pada tunas tulang sternum, dan menarik tulang hemenus ke bawah (berati menarik sayap kebawah). Sebaliknya, otot pektoralis minor menarik sayap ke bawah.

Sistem otot katak berbeda dari susunan niotom plimitif. Terutama dalam apendiks. Otot-otot segmental mencolok pada tubuh. Segmental kaki teratas berotot besar.

Vebrata tubuhnya tertutup rambut. Pada telinga terdapat suatu anditori eksternal dan pimma. Mata tidak mengandung pekten. Pada ikan paus tidak mempunyai kelenjar kulit organ pembau lebih efektif.

B. Saran

Demikianlah makalah ini kami buat, lebih dan kurang kami mohon maaf. Saran kami bila terdapat kesalahan dalam makalah kami, mohon petunjuknya karena kami masih jauh lebih kurang ilmu yang kami miliki selama ini, harap dimaklumi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar